Pada artikel kali ini saya akan menjelaskan tentang bahaya sampah plastik bagi lingkungan. Seperti yang kamu tahu, limbah plastik yang dibuang sembarangan akan mencemari lingkungan dan merusak ekosistem. Jadi dengan mengetahui bahaya tersebut, semoga kita jadi lebih memperhatikan lingkungan kita.

Sekilas Dampak dari Plastik bagi Lingkungan Sekitar Kita

Apa sebenarnya dampak sampah plastik terhadap lingkungan dan kesehatan?

Greenpeace menyatakan sampah plastik ini pada dasarnya berpotensi terurai menjadi partikel-partikel kecil yang disebut mikroplastik dengan ukuran 0,3 hingga 5 milimeter.

Partikel kecil ini sebenarnya berbahaya karena kemampuannya masuk ke dalam tubuh makhluk hidup, termasuk manusia. Potensi efek manusia termasuk kanker, stroke, dan penyakit pernapasan.

Selain itu, sampah plastik juga mengancam kelangsungan hidup biota laut. Karena sampah plastik tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat dimakan oleh hewan seperti ikan, paus, dan penyu. Sebuah studi oleh National Institutes of Health dari National Institutes of Medicine Amerika Serikat menemukan bahwa setidaknya 693 spesies di lautan dipengaruhi oleh sampah plastik, dengan perkiraan saat ini lebih dari 51 triliun partikel dari mikroplastik sudah mencemari lautan.

Selain itu, menurut Greenpeace, sampah plastik juga berpotensi mencemari tanah dan udara melalui pembakaran atau insinerasi terbuka. Insinerasi sering dilihat sebagai solusi paling sederhana untuk masalah polusi plastik berbasis lahan skala besar.

Greenpeace menekankan bahwa berbagai pihak memiliki peran nyata untuk dimainkan dalam mengembangkan strategi yang lebih mendasar untuk mengurangi produksi sampah plastik dan memastikan pengelolaan masalah kemasan plastik sekali pakai yang lebih tepat dan sistematis.

5 Bahaya Sampah Plastik Bagi Lingkungan Hidup

bahaya sampah plastik bagi lingkungan hidup

Gunungan sampah plastik, dengan tingkat produksi tahunan yang terus meningkat, merupakan masalah yang tersebar luas. Ada juga beberapa dampak sampah plastik yang berbahaya bagi bagian tertentu, termasuk laut. Berikut ini akan dijelaskan beberapa bahaya sampah plastik bagi lingkungan.

1.Sampah Plastik Merupakan Salah Satu Masalah Global

Padahal, produksi plastik sudah sangat tinggi sejak akhir abad ke-20, mengingat banyak keunggulan yang ditawarkannya, seperti harga yang terjangkau, fleksibilitas dan daya tahan.

Namun bahan atau material plastik ringan ini membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk terurai. Bahkan, beberapa plastik dari puluhan tahun lalu masih tertinggal di beberapa Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Faktanya dengan waktu penguraian yang lama, proses atau jumlah produksi tidak berkurang sama sekali bahkan seolah-olah sudah menjadi gaya hidup kaum urban untuk menggunakan alat-alat plastik yang berbeda.

Hal ini terjadi di berbagai belahan dunia seperti Amerika Serikat, Inggris, China, hingga Indonesia, yang juga berkontribusi terhadap tingginya jumlah sampah plastik.

2. Sampah Plastik Menjadi Polutan di Laut

Sampah plastik yang menyerang tingkat global juga menjadi masalah bagi lautan sebagai sumber pendapatan dan kehidupan. Pasalnya, sampah yang tidak tertampung dan melalui proses seleksi masuk ke laut.

Beberapa negara berkembang menyumbang sampah plastik dalam jumlah yang relatif besar yang tidak dipilah hingga berakhir di laut. Beberapa penyebab utamanya adalah kurangnya kepedulian terhadap gaya hidup bersih.

Sampah yang berakhir di laut juga diawali dengan ketidakpedulian membuang sampah melalui selokan, sungai atau danau yang akhirnya mengalir ke laut.

Banyaknya sampah plastik yang merusak lautan akan mengurangi berbagai hal, seperti pencemaran laut dan penggolongan sampah plastik sebagai pencemar tingkat tinggi. Beberapa negara seperti Eropa, Amerika Serikat dan Jepang masih berusaha menciptakan sistem daur ulang yang efektif.

Penyebaran sampah plastik juga terbukti merusak lingkungan dengan dampak yang cukup besar.

3. Plastik adalah Sampah yang Sulit Terurai

Plastik sendiri sangat sulit terurai karena jumlah plastik, hanya sekitar 20% yang berhasil didaur ulang. Plastik sendiri bisa bertahan sangat lama di bumi, hingga 60-70 tahun. Dan plastik dari awal 2000-an kemungkinan masih ada sampai sekarang.

Sampah yang sulit membusuk tentunya harus ditanggulangi dengan berbagai cara, termasuk mengurangi penyebaran sampah plastik.

Sampah plastik sendiri dapat dikurangi melalui proses 3R (Reuse, Reduce, Recycle) atau dengan membatasi penggunaan bahan plastik seperti membawa tas saat berbelanja atau membawa botol air minum saat bepergian.

4. Sampah Plastik Merusak Ekosistem

Selain lautan, tentunya banyak hal yang dirusak oleh ekosistem dunia. Tatanan kehidupan yang normal perlahan-lahan akan hilang seiring dengan tingginya proses pembuangan sampah laut.

Banyak yang cukup acuh tak acuh terhadap ekosistem yang bersih seperti menjaga kebersihan lingkungan termasuk hutan, laut, dan bagian lainnya.

Sampah plastik merusak ekosistem, terbukti dengan berubahnya beberapa sungai yang dipenuhi limbah industri dan rumah tangga.

Hewan yang biasa menghiasi sawah atau danau juga perlahan menghilang, karena tidak ada cara yang teratur untuk membuang sampah plastik.

Simak juga: Rumah Mesin

5. Menyebabkan Sampah Menumpuk di TPA

Sampah yang tidak diurai dengan baik dalam jumlah banyak juga menghiasi berbagai tempat, termasuk tempat penyimpanan sampah atau TPA.

Pemprov DKI Jakarta sendiri menggunakan beberapa kontingen lahan bahkan harus meminjam TPA dari Kota Bekasi yaitu TPA Bantar Gebang untuk menampung banyak sampah.

Hal ini membuat akumulasi ini menjadi kasus tersendiri dengan jumlah sampah yang terus bertambah setiap tahunnya.

Bagaimana Cara Kita Mengurangi Sampah Plastik?

Sampah plastik dapat dikurangi supaya tidak mencemari lingkungan. Selain itu sampah plastik ini merupakan barang yang dapat di daur ulang yang jika benar dilakukan tidak akan mencemari lingkungan. Berikut ini beberapa tips mengurangi sampah plastik.

1.Membiasakan untuk tidak membeli makanan berkemasan plastik

Jika Anda terbiasa membawa alat makan sendiri, jangan malu membeli makanan tanpa kemasan plastik. Misalnya, jika Anda membeli siomay atau ketoprak, mintalah petugas kantin untuk memasukkannya ke dalam wadah Anda sendiri. Jadi Anda tidak perlu lagi menggunakan kemasan plastik atau alat makan.

2. Membuat bank sampah khusus plastik atau pemilahan sampah

Pemilahan sampah organik dan plastik juga harus dibiasakan di sekolah. Jelas bahwa konsumsi plastik masih sulit untuk dikurangi. Selain itu, mengolah sampah plastik juga tidak mudah. Untuk itu, mendirikan bank sampah di sekolah menjadi solusi untuk mengumpulkan sampah plastik dan mendaur ulangnya sesuai jenisnya.

3. Mengadakan daur ulang sampah

Selain membawa peralatan yang dapat digunakan kembali, memisahkan jenis sampah plastik untuk digunakan kembali juga bermanfaat. Ya, sampah botol plastik yang masih layak pakai bisa diolah menjadi pot bunga, lampu hias dan masih banyak lagi. Agar lebih menarik, diadakan lomba rutin yang juga dapat meningkatkan kreativitas siswa di sekolah.

Selain itu, anda bisa mendaur ulang sampah plastik ini botol misalnya dengan mesin pencacah plastik. Jadi botol plastik itu akan dicacah menjadi ukuran tertentu yang kemudian dibuat menjadi suatu produk baru yang berguna.

Penutup

Jadi sekian artikel dari saya tentang bahaya sampah plastik bagi lingkungan dan beberapa cara penangulanggan sampah tersebut. Semoga dengan artikel ini pembaca lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan menjaganya dengan memperhatikan sampah yang akan dibuang.

Saya cukupkan sampai sekian dan sampai jumpa.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *