Berbagai Jenis Tanaman Pinang dan Cara Membudidayakannya

berbagai jenis tanaman pinang

Berbagai jenis tanaman pinang – Tumbuhan Pinang dalam bahasa Inggris disebut Betelpalm atau Betel nut, nama latinnya adalah Areca catechu. Pohon pinang termasuk dalam famili Areceae dalam ordo Arecales dan kelas monokotil, atau termasuk tumbuhan utuh berkeping satu.

Arecamutter atau tumbuhan pinang ini berbatang lurus dan sempit memiliki banyak keunggulan. Pinang biasanya ditanam di sekitar pekarangan atau di taman. Tanaman ini juga bisa tumbuh di kedua tepi sungai, dengan tinggi 10 sampai 30 meter dan diameter sekitar 15 sampai 20 cm.

Pinang memiliki jenis buah yang disebut buah batu atau buah berbiji. Sering disebut buah batu karena terdapat lapisan dalam buahnya dan kulit bagian dalam pinang setebal dan keras seperti batu. Arecamutter berwarna kuning hingga oranye saat matang. Buahnya juga memiliki biji berbentuk oval.

Baca Juga : Manfaat Buah Pinang Muda Bagi Kesehatan Pria

Berbagai Jenis Tanaman Pinang

Batang pinang yang lurus dan ramping memiliki banyak manfaat. Pohon pinang biasanya ditanam di sekitar pekarangan atau di taman. Tanaman ini juga bisa tumbuh di kedua tepian sungai, dengan tinggi 10 sampai 30 meter dan diameter sekitar 15 sampai 20 cm.

Buah pinang memiliki jenis buah yang disebut buah batu atau buah berbiji. Sering disebut buah batu karena lapisan dalam buah.

Atau kulit bagian dalam leci yang tebal dan keras seperti batu. Buah pinang berwarna kuning hingga jingga saat matang. Buahnya juga memiliki bagian biji yang lonjong.

1. Betara Pinang / Pinang Betara

Ada juga jenis buah pinang di Indonesia yaitu buah pinang. Betara adalah buah pinang kualitas tinggi pertama di Indonesia yang berasal dari Jambi. Kebetulan di kawasan desa Betara di Jabung kecamatan Tanjung Barat di Jambi.

Buah pinang betara berukuran lebih besar dari buah pinang biasa dan memiliki produktivitas yang lebih tinggi. Pemilihan buah pinang dapat meningkatkan pendapatan tahunan yang lebih tinggi dari buah pinang biasa.

Secara umum permintaan buah ini semakin meningkat karena merupakan produk ekspor dan prospeknya diperkirakan akan terus meningkat. Seiring dengan manfaat Pulau Pinang tentunya dapat meningkatkan pendapatan para pengusaha perkebunan pinang.

Buah muda dari pohon betara berwarna hijau tua dan jingga saat masak. Bentuk buahnya lonjong, seperti telur, dan tempurung kelapanya berwarna coklat muda. Areca Betara berwarna agak coklat. Tanaman ini bisa tumbuh di rawa-rawa atau tempat basah.

Keunggulan Betara Pinang

  • Pada masa produktif yang lebih cepat, pada umur 4-5 tahun jenis pohon ini mulai berbuah dan memasuki masa produktif pada umur 6-7 tahun.
  • Produksi buah mencapai 131 butir/tandan. Buah ini memiliki berat 47 gram utuh, dengan berat biji kering 8,68 gram
  • Mengandung tanin 9,79%
  • Produksi gabah / detik / pohon / tahun 5,70 kg
  • Memiliki potensi hasil gabah/ha sebesar 7,81 ton
  • Tinggi poros 10,28 m
  • Umur tanaman hingga 25 tahun

2. Pinang Bulawan

Pinang juga dinobatkan sebagai varietas unggul asli Kotamobagu di Provinsi Sulawesi Utara oleh Balai Besar Perkebunan Kelapa Sawit (Balit Palma) Badan Litbang Pertanian.

Penetapan tersebut berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan peneliti pinang di Mapanget Balim Palma, Minahasa utara. Keunggulan buah pinang adalah buahnya besar, kandungan taninnya tinggi dan potensi produksinya besar.

Penyebaran pohon pinang meliputi desa Molinow, Mongkonai, Pobundayan dan Bilalang. Pendaftaran pohon Pinang Belawan berlangsung pada Oktober 2017 dan telah masuk dalam agenda nasional. Bahkan, buah pinang Bulawan disebut-sebut menjadi incaran Jepang.

3. Pinang Merah / Pinang Raja

Pohon pinang dipercaya berasal dari Semenanjung Malaka, Sumatera dan Kalimantan. Batang buah pinang ini ramping, dengan daun majemuk yang tetap hijau dan daun kemerahan. Buah pinang ini berukuran kecil, lonjong, diameter 1 cm dan diameter 6 mm. Batang pinang merah tua digunakan untuk santan.

4. Pinang Hutan

Pinang ini tumbuh subur di pulau Jawa dan Sumatera. Buah pinang ini tumbuh berkelompok, dengan batang dan pon yang ramping. Buah pinang hutan dapat mencapai diameter 2 sampai 6 m dan 2 sampai 5 cm. Tanaman yang berada di daratan pada ketinggian 10 sampai 1600 meter di atas permukaan laut dapat tumbuh dengan baik.

5. Pinang Kelapa

Nama ilmiah dari pohon sirih ini adalah (Actinorhytis Calapparia BI Wendi). Pohon pinang tumbuh di tanah Sulawesi dan telah menyebar ke seluruh Indonesia. Banyak orang yang memanfaatkannya sebagai tanaman hias.

Di pulau Jawa, khususnya pulau Jawa Tengah, orang disebut Jawar. Namun berbeda dengan bahasa Sunda yang umumnya disebut kaki sinagar. Teknik budidaya pinang dapat dilakukan dari biji dan getah.

Alasan penggunaan kata “kelapa” pada pinang bukan karena mirip dengan kelapa, tetapi karena dapat tumbuh lebih tinggi dan lebih tinggi dari kelapa, jenis dan varietas pinang lainnya.

Pohon ini bisa tumbuh di daerah di atas 500 meter di atas permukaan laut.Ketinggian buah pinang ini bisa mencapai 20 m atau lebih. Keunggulan lain dari varietas pinang ini adalah bentuknya yang cantik sehingga dapat dijadikan tanaman hias. Selain itu, ekstrak buah pinang juga dapat digunakan sebagai pengganti bedak bayi.

6. Pinang Irian

Pohon Pinang Irian atau nama latinnya (\Prychosperma macarthurii Nicholson merupakan tanaman asli pulau Irian Jaya. Kini Pinang Irian tersebar luas di seluruh Indonesia, bahkan dijual sebagai tanaman hias di daratan Eropa. Pinang tumbuh berkelompok , dan tinggi batangnya bisa mencapai 4-5 m.

Biasanya petani menggunakan benih atau anakan untuk menanam tanaman ini. Pinang irian juga mengandung banyak tanin yang beracun.

Artikel lainnya jangan sampai terlewatkan Manfaat VCO Bagi Kesehatan yang Wajib Anda Ketahui

Cara Membudidayakan Tanaman Pinang

berbagai jenis tanaman pinang

Saat ini budidaya buah pinang masih banyak dilakukan dengan sistem tradisional, bukan secara intensif. Selama ini petani hanya menanam buah pinang di pinggir kebun sebagai pagar.

Padahal, jika dikelola secara intensif, penanaman pinang akan lebih banyak dibandingkan dengan menanam kelapa sawit. Belakangan ini, pemerintah dan swasta mulai mendorong budidaya secara intensif.

1. Pemilihan lahan tanam budidaya tanaman pinang unggul

Lahan yang baik untuk menanam pinang adalah gambut tipis atau gambut tua yang mengandung humus. Karena tanah seperti ini banyak mengandung unsur organik untuk pertumbuhannya.

Jika tidak menemukan tanah seperti di atas, maka carilah jenis tanah lempung (liat) dan berpasir, jenis tanah kuning-merah dan pasir kuning-merah. Kandungan pasir di tanah jenis ini tidak boleh melebihi 25%.

2. Mempersiapkan lahan tanam

Bersihkan lahan dari semak belukar dan gulma, bisa menggunakan cara mekanis (memotong, mencabut, dll) atau menggunakan herbisida (obat-obatan pertanian). Siapkan lahan dan beri tiang pancang dengan jarak 3 meter untuk tanah liat dan 2,75 meter untuk tanah kuning-merah.

Atur jarak antara tiang utama dan pembatas sejauh 1,5 meter. Semakin subur jenis tanahnya maka jarak tanam pinang dibuat semakin jarang, begitu pula sebaliknya.

Gali lubang untuk buah pinang dengan ukuran 30 × 30 cm dan juga kedalaman 30 cm. Atur tata letak biji pinang (pinang muda) berbentuk segi empat atau menyerupai barisan prajurit.

Bibit pinang untuk ditanam di lahan baru membutuhkan adaptasi lingkungan atau aklimatisasi. Lubang gali dibiarkan kurang lebih satu minggu sebelum penanaman bibit pinang, bila perlu bibit pinang (pinang muda) diletakkan dekat dengan areal tanam.

3. Pemilihan bibit pinang yang berkualitas

Pilih buah pinang yang sehat dan segar yang ditanam di bawah sinar matahari langsung. Bibit yang ditanam di bawah sinar matahari langsung biasanya lebih tahan terhadap sengatan matahari dan mudah beradaptasi dengan area penanaman baru.

Jika tidak ada bibit seperti diatas, maka anda bisa menggunakan bibit yang disemai dibawah paranet / dibawah naungan. Sebaiknya benih baru tidak ditanam langsung di lahan. Hal ini akan membuat bibit pinang stres dan tidak dapat mentolerir sinar matahari langsung sehingga daun akan menguning dan gosong.

4. Mengendalikan gulma dan pemupukan yang teratur

Gulma dan hama merupakan hal yang umum di perkebunan pinang, sehingga harus dikendalikan dengan cara mekanis atau herbisida. Jika gulma dan hama dibiarkan menyebabkan penyakit pada tanaman pinang dan menyerap unsur hara tanah, maka pertumbuhannya akan terhambat.

Pemupukan tanaman pinang dilakukan saat tanaman pinang berumur 6 bulan. Dengan menggunakan campuran 200gr pupuk NPK disetiap tanaman pinang dan disekitar area perakaran tanaman. Lakukan pemupukan setiap 6 bulan sekali yaitu pada awal dan akhir musim hujan.

Tanaman pinang mulai berbuah saat berumur 4 tahun. Hasil buah pinang bergantung pada iklim, kesesuaian tanah, dan proses pemupukan.

Buah pinang yang siap dipanen berwarna kuning tua atau oranye. Pemotongan tandan buah dapat dilakukan dengan menggunakan sabit yang dipasang pada ujung tiang (tiang bambu).

Cukup mudah bukan? cara yang baik untuk menanam buah pinang. Dibutuhkan keuletan dan kesabaran dalam membudidayakan tanaman pinang ini. Namun jika dibandingkan dengan komoditas kelapa sawit dan karet, hasil budidaya pinang jauh lebih baik. Lebih tahan penyakit karena tidak sebanyak kelapa sawit dan karet.

Jangan sampai terlewatkan artikel menarik khusus untuk anda Langkah yang Diperlukan dalam Pengolahan Air Minum

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *