Inspirasi Bisnis Angkutan Sawit Yang Banyak Dicari

Sebagai salah satu andalan komoditas di negara Indonesia, bisnis angkutan sawit dijadikan objek berbagai pelaku bisnis, mulai dari petani kecil hingga perusahaan yang sudah besar. Untuk distribusi hasil panen sawit, tentunya memerlukan kendaraan atau biasanya alat angkut sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Kelapa Sawit

Kelapa sawit mulai berbuah saat berumur sekitar tiga tahun dan waktu produksi rata-rata sekitar 25 tahun. Buah kelapa sawit bisa dipanen 12 bulan dalam setahun. Pohon kelapa yang matang bisa mencapai ketinggian hingga 20 meter. Setiap bungkusan buah mengandung sekitar 50 persen minyak. Biji dari buah kelapa sawit, disebut biji-bijian, menghasilkan minyak inti sawit.

Bunga jantan dan betina terpisah tetapi berada pada pohon yang sama dan memiliki waktu pemasakan yang berbeda, sehingga penyerbukan sendiri jarang terjadi. Batang tanaman ditutup dengan pelepah sampai berumur 12 tahun. Setelah berumur 12 tahun, pelepah yang telah dikeringkan dikupas sehingga terlihat seperti batang kelapa.

Kelapa sawit dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis yang lembab antara 120 N – 120 Lintang Selatan pada ketinggian 0 – 500 m dpl. Di daerah ekuator, tanaman kelapa sawit liar dapat ditemukan di ketinggian 1.300 m dpl. masih berbuah. Tanaman kelapa sawit juga membutuhkan tingkat cahaya yang tinggi.

Durasi radiasi optimal untuk tanaman kelapa sawit adalah antara 5 hingga 12 jam per hari. Suhu optimal untuk pertumbuhan tanaman kelapa sawit yang baik adalah 24 – 280 ° C. Kelembaban optimal untuk pertumbuhan tanaman kelapa sawit adalah 80%.

Tanaman kelapa sawit dapat tumbuh di berbagai jenis tanah antara lain Podzolic, Latosol, Hydromorphic Grey, Alluvial, dan Regosol. PH optimal untuk oli adalah antara 5,0 dan 5,5

Bahkan kelapa ini bisa juga dibuat sebagai cocomesh jaring sabut kelapa. Banyak yang jual cocomesh di sekitaran kita.

Bisnis Angkutan Sawit

Pada prinsipnya, minyak sawit TBS (Tandan Buah Segar) diangkut dengan cara dipindahkan dari perkebunan ke pabrik. Hasil produksi kelapa sawit yang umum digunakan adalah truk, baik truk sampah maupun truk ringan. Beberapa perusahaan, terutama yang memiliki kebun sawit di rawa, juga menggunakan truk yang ditarik lokomotif karena dianggap lebih efektif dan efisien.

Pengangkutan kelapa sawit TBS atau TBS (Tandan Buah Segar) merupakan salah satu dari tiga mata rantai terpenting dalam budidaya kelapa sawit, termasuk pemanenan, pengangkutan dan pengolahan yang disingkat PAO. Untuk mendukung kelancaran rantai ini, semua proses harus dijalankan dan disinkronkan dengan benar.

Misalnya menghitung kebutuhan armada pengangkut dan perkiraan hasil pengolahan saat melakukan proses pemanenan TBS. Setidaknya ada dua faktor yang mempengaruhi proses pengangkutan TBS, yaitu organisasi panen, bentuk / pola jalan di perkebunan, kondisi / pemeliharaan jalan.

Jenis dan jenis alat angkut, kondisi alat angkut pengangkutan dan pengoperasian sarana pengangkut. Jika proses pengangkutan ini dapat berjalan dengan lancar, maka keuntungan-keuntungan berikut dapat dicapai: mempertahankan produksi harian 2-3% ALB (asam lemak bebas).

Dan mengganggu kelancaran atau kapasitas pemrosesan pabrik, mendukung keamanan TBS di lokasi dan penghematan biaya transportasi seminimal mungkin. mungkin.

Waktu Yang Tepat

Semua kendaraan harus mengisi bahan bakar pada pukul 6 pagi atau sore hari pada hari sebelumnya. Kemudian kendaraan ini harus sudah mulai mengangkut TBS pada jam 7 pagi. Upaya untuk menghasilkan anggur pertama yang diangkut pada hari itu akan dibawa ke pabrik paling lambat jam 9 pagi, dan anggur terakhir harus dibawa sebelum jam 10 malam paling lambat.

Setiap truk selanjutnya dilayani oleh 2-3 loader dan 1 petugas bongkar muat. Pengemudi truk harus membawa bahan makanan untuk mempersingkat waktu istirahat.

Manajemen Muatan yang Baik

TBS kelapa sawit harus diatur dengan baik di dalam truk untuk memaksimalkan kapasitasnya. Semua buah yang jatuh harus diangkut dengan menempatkannya dalam karung dan menempatkannya di atas tumpukan TBS. Sedangkan anggur busuk dan anggur kosong kelapa sawit dilarang dibawa ke pabrik pengolahan.

Pemeliharaan Sarana Transportasi

Semua peralatan yang digunakan untuk mengangkut TBS dari perkebunan ke pabrik harus dirawat dengan baik. Termasuk karung kosong yang digunakan untuk menyimpan karangan bunga aren, harus dikumpulkan dan dikembalikan ke tempat yang sesuai. Jangan sia-siakan budget Anda untuk perangkat yang mudah rusak / hilang.

Keamanan Transportasi

Faktor keamanan juga harus diperhatikan saat mengangkut TBS. Misalnya memasang jaring pada muatan truk, terutama pada perjalanan jauh, saat melintasi jalan pedesaan atau di jalan rusak. Ingatlah bahwa gumpalan buah yang jatuh harus diambil dan dimasukkan kembali ke dalam truk.

Manfaat Bisnis Kelapa Sawit

1.Kemenangan Tiga Kali Lipat

Diketahui bahwa keuntungan dari bisnis kelapa sawit sangat besar. Biaya produksi rata-rata kelapa sawit adalah Rp 500 / kg, sedangkan nilai eceran TBS (Tandan Buah Segar) adalah Rp 1597 / kg. Nilai layanan yang ditawarkan Rp 1500 / kg, berlaku kelipatan. Dari sini dapat disimpulkan bahwa keuntungan usaha ini akan tiga kali lipat lebih tinggi meskipun harga TBS naik.

2.Modal Investasi Kembali Dengan Cepat

Anggaran untuk pembukaan lahan sawit sekitar Rp 30 juta / hektar. Biaya tersebut belum termasuk biaya tanam dan perawatan kelapa sawit. Di masa yang belum matang, investor harus menyediakan dana segar yang cukup. Namun, semua biaya tersebut hanya akan kembali pada saat tanaman sudah matang dan siap dipanen.

Umumnya modal investasi akan kembali 4 tahun setelah musim panen pertama. Kabar baiknya, kelapa sawit secara umum akan terus menghasilkan TBS hingga 25 tahun ke depan.

3.Kisaran Harga Stabil

Jika kita melihat harga minyak sawit, trennya sudah stabil sejak tahun 2011. Berdasarkan harga Rp 1300 / kg, kemudian Rp 1600 / kg dan sekarang Rp 1395 / kg. Perlu dicatat bahwa minyak sawit bersaing sangat kuat dengan minyak kedelai di pasar dunia. Namun Anda tidak perlu terlalu khawatir karena produktivitas kedelai masih rendah.

4.Semuanya Dilakukan Oleh Pekerja

Sebagai pemilik perkebunan kelapa sawit, Anda tidak perlu repot mengelola lahan sendiri. Ini karena keuntungan yang Anda peroleh ke luar negeri lebih dari cukup untuk mendanai para pekerja. Jadi bisa dibilang bisnis sawit adalah passive income dimana Anda selalu mendapatkan income tanpa perlu khawatir.

5.Harga Kelapa Sawit Selalu Naik

Selain menjual TBS hasil kebun sawit yang Anda miliki, berbisnis di sektor ini juga bisa dilakukan dengan menjual lahan. Padahal, harga lahan sawit meningkat drastis setiap tahunnya. Bahkan jika turun, penurunan harga tidak terlalu signifikan dan jarang terjadi.

Demikian merupakan artikel bisnis angkutan sawit. Semoga dapat membantu dan bermanfaat untuk kalian semua.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *