• Masuk usia 7 bulan, bayi banyak mengoceh dengan berbagai intonasi berbeda. Intonasi ini memiliki makna berbeda. Ketika nadanya terdengar melengking, ini umumnya pertanda ia tidak menginginkan sesuatu. Sedangkan nada yang rendah menunjukkan bayi setuju dengan perlakuan mamanya. Pada rentang usia ini, bayi peka terhadap bunyi-bunyian dan mulai menirukan yang diucapkan oleh orang yng mengajaknya berkomunikasi, meski ucapan yang dikeluarkan hanya satu suku kata dan kadang diulangulang, seperti: ”ma… ma…”. Bila dicermati, ada beberapa suku kata yang kerap diucapkan berulang-ulang oleh bayi, seperti ”ma-ma”, ”da-da”, ”ta-ta”, ”ba-ba”, dan lain-lain.

• Pada rentang usia 7—12 bulan, bayi mulai memahami kata ”tidak” dengan menunjukkan respons berupa gelengan kepala. Ia pun mulai pandai menirukan. Bahkan, beberapa bayi sudah mampu mengeluarkan kata yang bermakna, tapi tentu ia belum memahami maknanya. Misal, menyebutkan ”mama” tapi belum memahami bila mama itu adalah sebutan untuk ibunya.

Ajaklah bayi lebih banyak berbicara untuk mengembangkan keterampilan berbahasanya. Mama pasti bangga ketika si buah hati memiliki keterampilan berbahasa yang baik. Namun, hasil itu tentunya bukanlah sesuatu yang instan. Keterampilan berbahasa yang baik akan diperoleh bila orangtua juga banyak mengajak berbicara anaknya semenjak dini.

Penelitian yang dilakukan Anne Fernald, profesor psikologi di Stanford University, California, Amerika menyebutkan, bayi yang banyak diajak berbicara, kelak akan memiliki keterampilan berbahasa dan kosakata yang lebih banyak. Penelitian tersebut juga mencoba mematahkan pemahaman selama ini bahwa anak-anak dari keluarga lebih miskin umumnya mempunyai kemampuan berbahasa yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang datang dari keluarga lebih sejahtera.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Psychological Science ini sekaligus juga ingin menegaskan bahwa keterampilan berbicara tidak berkaitan dengan tingkat ekonomi keluarga. Tak hanya itu, beberapa penelitian lain juga mengungkap, anak-anak yang orangtuanya kerap mengajaknya bicara saat mereka bayi ternyata memiliki tingkat IQ yang jauh lebih tinggi.

Jadi, tak ada salahnya bila semenjak bayi sudah diajak berbicara. Mama juga tak perlu ragu mengajak bayi berbicara meski si bayi belum mampu memberikan respons balik karena bayi akan merekam semuanya di dalam ingatannya. Namun, sebelum mengajak bayi berbicara, Mama sebaiknya memahami perkembangan bicara bayi, agar dapat memberikan stimulasi yang tepat.

Disaat sudah waktunya bayi untuk beranjak dewasa dan bersekolah itulah saatnya mereka mendapatkan pelatihan untuk masuk ke universitas favorit. Lembaga kursus pelatihan ujian masuk universitas luar negeri adalah pilihan yang tepat agar anak bisa mendapatkan bekal ilmu.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *